Minggu, 16 September 2012

Mengenal Sekilas Tentang Mazhab Sempalan Abad 20 (Wahabi) dan Muhammad bin Abdul Wahab


Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M).

Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah.

Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.

Bagaimana Hukumnya Makan Sahur Sebelum Jam 12 Malam?



Pertanyaan : 
bagaimana hukumnya makan sahur sebelum jam 12 malam ?

Jawaban : 
tidak mendapat kesunnahan, sebab kesunnahan sahur didapat jika sudah lewat tengah malam karena dengan lewat tengah malam maka masuklah waktu sahur. Wallahu a’lam

Referensi : Al Baajuri I hal.293
Sumber : Madinatul Ilmi

 

Melihat Orang Puasa Hendak Minum Karena Lupa


Pertanyaan :
bagaimana jika seseorang melihat orang lain yang berpuasa akan minum sesuatu karena dia lupa bahwa dia sedang berpuasa ?


 Jawaban :
dalam hal ini dilihat, jika orang yang hendak minum itu adalah ahli taqwa dan bukan ahli maksiat (keharaman), maka lebih utama untuk diingatkan. Tapi jika keadaan orang yang hendak minum itu kebalikannya, maka wajib dicegah dan dilarang.

Referensi : Bughyatul Musytarsyidin hal. 183
Sumber : Madinatul Ilmi

Telinga Kemasukan Air Waktu Mandi Tidak Sengaja



Pertanyaan :
bagaimana hukumnya orang yang berpuasa mandi lalu telinganya kemasukan air (tidak sengaja).

Jawaban :
untuk menjawab pertanyaan ini ada perinciannya,
1.    Jika mandinya itu adalah mandi yang di tasyri’kan, baik yang wajib seperti mandi janabah atau mandi sunnah seperti hari jumat bagi yang akan menghadiri sholat jum’at, maka tidak membatalkan puasanya, hal ini jika mandi dengan mengguyurkan air ke badan (seperti biasanya), tapi jika mandi dengan selulup (jawa,red) atau menyelam maka membatalkan puasanya.
2.    Jika mandinya tidak ditasyri’kan (diperintah) seperti mandi untuk menyegarkan badan atau untuk sekedar membersihkan atau mendinginkan badan, maka membatalkan puasanya baik disengaja atau tidak, baik mandinya dengan mengguyur atau menyelam.

Referensi : At Taqriiratus Sadiidah hal. 453-454


Hukum Menyentuh Al-Qur'an Terjemah Tanpa Wudhu


Saya mau bertanya, apa hukum menyentuh al qur’an terjemahan yang sempurna 30 juz? Bolehkah disentuh oleh mukallaf yang dalam kondisi berhadatas? Maksud saya kitab al qur’an yang dilengkapi dengan transliterasi dan terjemahannya dan lengkap 30 juz dalam satu jilid. Apakah hukumnya sama dengan “mushaf” (yang tulisan arab saja)?

Jawaban Habib Munzir Al Musawwa
boleh disentuj tanpa wudhu, karena para fuqaha menghukumi jika jumlah kalimat tafsir lebih banyak dari Alqur’an nya maka ia sudah boleh disentuh walau tanpa wudhu, demikian juga terjemah, karena terjemah pastilah lebih banyak dari kalimat aslinya, karena banyak kalimat Alqur’an yg terjemahnya tidak bisa satu kalimat/kata, tapi karena perpindahan bahasa maka perlu diperjelas maknanya, maka itu sudah merupakan jaminan bahwa kalimat kalimatnya lebih banyak dari Kalamullah nya, maka ia boleh disentuh tanpa harus berwudhu.

Sumber : Habib Munzir Al Musawa

Habib Jamal Baagil : Mengamalkan Shalawat Nur dari Habib Umar bin Hafidz


Setiap habib atau ulama pasti memiliki amalan bacaan atau wirid, begitu juga dg hb. Jamal. “Saya paling senang mengamalkan Shalawat Nur, yg digubah Habib Umar bin Hafidz, guru saya,” ujarnya….
Dia membaca Shalawat Nur sebanyak 10 kali pada usai waktu shalat wajib, dan begitu juga ketika malam menjelang tidur.
Dalam mengamalkan bacaan Shalawat itu, Habib Jamal merasakan ketenangan bathin. Pikiran yg semula ruwet menjadi terang. Dan karena Shalawat ini sudah dinyatakan Habib Umar sebagai amalan yg bisa dilaksanakan semua orang, ia sudah memberikan ijazah ammah, setiap orang boleh mengamalkannya. Selain itu fadhilah lain membaca Shalawat ini adalah selalu mempunyai ikatan dan hubungan erat dengan Rasulullah SAW.

Habib Hasan Baagil : Keutamaan Amalan dengan Al Quran


SURAT YASIN
Diriwayatkan dari Anas R.A. ” sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati “. Dan hati al-qur’an di surat yasin. Barang siapa yang membacanya, Allah akan menulis baginya pahala seperti membaca al-qur’an sepuluh kali.

SURAT AL-WAQI’AH

Dari Ibnu Umar R.A. ” Bacalah kalian surat al-waqi’ah “. Dan ajarkanlah kepada anak-anak mu. Karena dengan membacanya mereka tidak akan faqir.

SURAT AD-DHUKHON
Dari Abu Hurairoh R.A. ” Barang siapa yang membaca surat Ad-dhukhon malam hari”. Niscaya keesokan harinya, tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampunan baginya.

SURAT AL-MAA’RIJ
Barang siapa membacanya ketika mau tidur,” niscaya akan aman dari junub dan mimpi buruk “.
Dikutib dari kitab Al-Wasail

SURAT AL-MUZAMMIL
Barang siapa ingin berjumpa dengan nabi Muhammad S.A.W. dalam mimpi. ” Maka bacalah surat Al-Muzammil empat puluh satu kali “.
Dikutib dari kitab Al-Wasail

ALAM NASYROH
Al-Imam Syafi’i Rahimahullah berkata ” Barang siapa ingin merasa kenyang dan sabar dari rasa lapar “, maka bacalah surat Alam Nasyroh tujuh kali. Dan barang siapa ingin marahnya menjadi santun,” maka bacalah surat Alam Nasyroh setiap hari” satu kali. Dan barang siapa ingin merasakan tidur yang sedikit merasa cukup baginya,” Maka bacalah surat Alam Nasyroh tiga atau tujuh kali ketika hendak tidur. Dan barang siapa ingin kesulitannya dipermudahkan oleh Allah, ” Maka bacalah surat alam nasyroh tiga kali setiap selesai sholat lima waktu.

SURAT AL-QODR
Barang siapa membacanya diwaktu setelah sholat isya sebanyak tujuh kali’, niscaya Allah akan melindunginya dari segala  bala’ yang diturunkan pada malam itu, sampai pagi hari. Dan barang siapa membacanya satu kali setiap selesai sholat lima waktu, niscaya Allah akan menghapuskan kesedihan dan kesumpekannya, serta membawa keberkahan bagi rumahnya.
Dan barang siapa membacanya tujuh kali ketika diatas kapal laut, tidak akan tenggelam dengan seizin Allah. Dan barang siapa yang membacanya setelah sholat jum’at, insya Allah akan diringankan hutangnya.
Dikutib dari kitab Ghoyatul Murtah

Habib Umar bin Hafidz



Habib 'Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abu Bakar bin 'Aydrus bin 'Umar bin 'Aydrus bin 'Umar bin Abu Bakar bin 'Aydrus bin Husein bin As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Beliau dilahirkan sebelum fajar hari senin, 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963M di Kota Tarim. Di kota yang penuh berkah inilah beliau tumbuh dan menerima didikan agama serta menghafal kitab suci al-Quran dalam keluarga yang terkenal iman, ilmu dan akhlak yang luhur. Guru pertamanya sudah tentu ayahanda beliau yaitu Habib Muhammad bin Salim yang juga merupakan Mufti Kota Tarim al-Ghanna itu.

Selain ayahandanya, beliau juga menuntut ilmu dengan banyak ulama antaranya dengan al-Habib al-Munshib Ahmad bin 'Ali bin asy-Syaikh Abu Bakar, al-Habib 'Abdullah bin Syaikh al-'Aydrus, al-Muarrikh al-Bahhaatsah al-Habib 'Abdullah bin Hasan BalFaqih, al-Muarrikh al-Lughawi al-Habib 'Umar bin 'Alwi al-Kaaf, asy-Syaikh al-Mufti Fadhal bin 'Abdur Rahman BaFadhal, asy-Syaikh Tawfiq Aman dan kepada saudara kandungnya al-Habib 'Ali al-Masyhur bin Muhammad bin Salim.

Selain kepada para ulama Tarim, beliau juga menuntut ilmu dan ijazah kepada banyak lagi ulama di luar kota tersebut seperti di Kota Syihr, al-Baidha` dan juga al-Haramain. diantaranya beliau menuntut ilmu dan menerima ijazah kepada al-Habib Muhammad bin 'Abdullah al-Hadhar, al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith, al-Habib al-Musnid Ibrahim bin 'Umar bin 'Aqil, al-Habib 'Abdul Qadir bin Ahmad as-Saqqaf, al-Habib Ahmad Masyhur bin Taha al-Haddad, al-Habib Abu Bakar al-Aththas bin 'Abdullah al-Habsyi dan asy-Syaikh al-Musnid Muhammad Isa al-Fadani.

Maulid Adh Dhiya 'Ullami Habib Umar bin Hafidz


Kisah Keseharian Habib Munzir Al Musawa





Dari Forum Tanya Jawab Majelis Rasulullah

17 September 2010

From: hafsahqanita

Assalaamu 'alaykum ya Habibana.

….
Habibana, saya baru mengenal MR dan Habibana, tetapi saya tahu keluhuran derajat Habibana di sisi Allah. Saya sangat tersentuh membaca tulisan-tulisan Habibana dalam menjawab permasalahan ummat, terlebih lagi kisah perjalanan Habibana ketika Habibana masih tinggal di Bogor, menjaga losmen, perjuangan Habibana untuk mengikuti maulid hingga perjalanan ta'lim Habibana ke Yaman. Siapa yang tidak akan terpikat dan tersentuh oleh kelembutan, kemuliaan, dan keluhuran ahlak Habibana, yang dengannya orang-orang berakal semakin terbuka hatinya, semakin ingat pada Tuhannya, dan semakin cinta pada Nabinya.

Habibana, sebenarnya pertanyaan saya sudah dikirim melalui email kemarin dan saya malu untuk menulis kembali kepada Habibana di forum ini apalagi mengambil kuota saudara-saudara yang lain, tetapi mugkin ini kesempatan yang Allah beri untuk saya. Saya ingin menyampaikan jika saya mencintai Habibana. Saya minta Habibana doakan supaya Allah terus menambah cinta ini untuk Habibana, untuk ahl bait Rasulullah, yang dengannya semoga terbuka lebih dalam lagi
tabir mahabbah untuk HabibAllah Sayyidina Mustafa Muhammad sallallahu 'alayhi wa salaam. Dengan cinta pada Baginda dan para salihin yang mencintainya, hamba yang penuh dosa ini berharap kelak dapat dikumpulkanNya dengan kafilah yang selamat di bawah panji RasulNya.

Ya Habibana, pada kesempatan ini, saya hendak meminta Habibana untuk bercerita tentang keseharian keluarga Habibana: istri dan anak-anak Habibana dari segi tarbiyah, zuhud, qanaah, lembut, sabar, wara, dalam ibadah dll., supaya kami bisa meniru dalam menciptakan kelurga dengan cahaya Ilahi insyaAllah. Sekian dari saya ya Habibana, salam cinta dan rindu, Wassalaamu 'alaykum, wa jazakumullah khairan katsira,

Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa


Cerita dari jamaah Majelis Rasulullah tentang Karomah Habib Munzir Al Musawwa

Artikel dibawah ini merupakan postingan dalam milist tersebut yang dikirim oleh pemudasuci@yahoo.com. Beberapa bagian saya potong untuk mempermudah pembacaan. Selanjutnya tulisan dibawah ini merupakan isi postingan dimilist tersebut.
Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih berumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..
pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD…! (saw), maka Hb Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam… lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)
lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yg sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di majelisnya,
bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..

Habib Munzir bin Fuad Al Musawa


Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR BIN FUAD AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.


"Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat."

Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393 H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma'had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari'ah ke Ma'had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur'an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.

Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy.

Tanda-tanda Kita Akan Meninggal


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Semoga ini semua bisa menjadi peringatan untuk kita semua



" Tanda 100 hari menjelang meninggal "



Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hamba-Nya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendaki-Nya...

Walau bagaimanapun semua muslimin akan mendapat tanda, hanya saja mereka menyadarinya atau tidak...

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar, seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil (seperti daging sapi yang baru saja disembelih, jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar...

Tanda ini rasanya nikmat bagi mereka yang sadar bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita menyadarinya...

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan dunia tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat...
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Sabtu, 15 September 2012

Cara Agar Postingan Blog Berada di Atas Pencarian Google

Bagaimana cara agar artikel/postingan blog kita terdapat di Atas atau 1st di Google, caranya memang tidak mudah dan tidak instan. Yang harus kita ketahui agar blog kita berada di atas pada google adalah mempelajari SEO. Jika anda ingin mempelajari SEO secara offline anda bisa mendownload Ebook pada artikel saya sebelumnya - Kumpulan Ebook Belajar SEO Lengkap Gratis.

Kali ini saya tidak akan panjang lebar, silahkan cari sendiri di Google jika kurang lengkap.

SEO itu adalah Search Engine Optimization, SEO ada 2 macam yaitu : 

  • SEO Off Page
  • SEO On Page
SEO Off Page 

  1. Kumpulkan Backlink dari Blog lain, bisa di lakukan dengan tukar link atau berkomentar dengan meninggalkan link di blog lain, apalagi jika blognya Dofollow dan ber Page Rank tinggi ini akan berpengaruh baik terhadap blog kita.
  2. Daftarkan Blog ke Google Webmaster, silahkan cari di google cara mendaftarkanya
  3. Blogwalking, kenapa harus blogwalking? karena blogwalking adalah cara untuk bersilahturami antar sesama blogger. Jika di blog tersebut terdapat Chatbox seperti blog ini anda dapat mengisinya dan jangan lupa cantumkan link anda. 
SEO On Page

  1. Gunakan meta Tag pada Blog anda, seperti deskripsi. keyword dan yang lain. Silahkan cari di google dengan kata kunci "Meta Tag Super Lengkap" lalu terapkan ke blog anda
  2. Gunakan tanda "|" pada Title Blog anda, untuk contoh lihat saja di blog saya 
  3. Blog ringan, jika blog kita ringan pasti siapa saja akan senang mampir ke blog kita. Usahakan buang saja embel-embel widget yang tidak di perlukan seperti musik player atau yang lainya..
  4. Gunakan Judul Postingan yang menarik, contoh Cara Mengecilkan Perut ubah menjadiCara Alami dan Cepat Mengecilkan Perut

Berikut adalah cara agar blog saya selalu berada di halaman pertama di Google
Daftarkan blog ke Google Webmaster, edit template agar lebih ringan dan buang embel-embel tidak penting. Submit ke situs ping :


  • Totalping.com
  • Pingoat.com
  • Pingomatic.com
  • Pingler.com
  • Pingfarm.com
  • Pingdevice.com
  • Ping.in
  • Googleping.com
  • bulkping.com


  • Jika sudah submit artikel ke Social Bookmarker ternama seperti :

    • www.lintas.me
    • www.digg.com

    Gunakan media Facebook, twitter sebagai promosi
    dan masih banyak yang lainya
    Yang saya ingat hanya segitu saja, nanti kalau sudah ingat lagi akan saya update lagi





    Makalah Ijtihad



    I. PENDAHULUAN

    Ijtihad merupakan upaya untuk menggali suatu hukum yang sudah ada pada zaman Rasulullah SAW. Hingga dalam perkembangannya, ijtihad dilakukan oleh para sahabat, tabi’in serta masa-masa selanjutnya hingga sekarang ini. Meskipun pada periode tertentu apa yang kita kenal dengan masa taqlid, ijtihad tidak diperbolehkan, tetapi pada masa periode tertentu pula (kebangkitan atau pembaharuan), ijtihad mulai dibuka kembali. Karena tidak bisa dipungkiri, ijtihad adalah suatu keharusan, untuk menanggapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks problematikanya.

    Sekarang, banyak ditemui perbedaan-perbedaan madzab dalam hukum Islam yang itu disebabkan dari ijtihad. Misalnya bisa dipetakan Islam kontemporer seperti Islam liberal, fundamental, ekstrimis, moderat, dan lain sebagainya. Semuanya itu tidak lepas dari hasil ijtihad dan sudah tentu masing-masing mujtahid berupaya untuk menemukan hukum yang terbaik. Justru dengan ijtihad, Islam menjadi luwes, dinamis, fleksibel, cocok dalam segala lapis waktu, tempat dan kondisi. Dengan ijtihad pula, syariat Islam menjadi “tidak bisu” dalam menghadapi problematika kehidupan yang semakin kompleks.

    II. RUMUSAN MASALAH
    1.      Pengertian ijtihad
    2.      Pengertian hukum dan macam-macam hokum
    3.      Kriteria mujtahid
    4.      Masalah taqlid
    5.      Ittiba’
    6.      Talfiq

    III. PEMBAHASAN