Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2014

Kisah Seorang Anak dan Ibunya yang Sudah Tua di Jepang



Bismillahirrohmanirrohim

Hikmah hari ini sahabat-sahabat....

Dahulu kala di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para petani miskin yang disebut ‘Ubasute’, yaitu membuang orang tua mereka yang telah lanjut usia di daerah pegunungan. Hal ini dilakukan karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orang tua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa ini tentu saja tidak dilakukan hal seperti itu.

Ceritanya : Pada hari itu, seorang ibu tua dengan digendong oleh puteranya berangkat menuju gunung untuk ‘disisihkan’ . Namun selama perjalanan ia mematahkan ranting-ranting dan menjatuhkannya. Ketika ditanya oleh puteranya, ia menjawab, ‘Agar kau tidak tersesat pada waktu kembali ke desa’. Mendengar hal itu, puteranya terharu dan menangis lalu menggendong ibunya dan kembali ke rumah mereka.

Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah diatas?
Tentu banyak sekali, melimpah bagaikan air yang mengucur, mengalir deras ke telaga hati. Betapa kasih sayang orangtua kita tak akan luntur sepanjang zaman, walaupun mungkin kita sendiri telah menjadi orang tua dari anak-anak kita. Semoga kita selalu mencintai Ibu kita selama masih ada dan jika sudah dipanggil oleh Alloh SWT mari kita selalu berdo'a buat Ibu & bapak.

Sabtu, 24 November 2012

Jangan Terburu Buru Jatuh Cinta



Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada kenyataannya kita masih terlalu awam untuk mengerti apa makna cinta yang sesungguhnya.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika dalam diri kita masih tersimpan hawa nafsu yang justru akan merusak kefitrahan cinta.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada akhirnya kita hanya terbelenggu a

kan buaian-buaian keindahan sesaat.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika dibalik keindahan cinta justru akan membutakan mata hati kita.

Tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika pada kenyataannya masih banyak kita lihat mereka dengan bangganya memamerkankan cinta belum halalnya.

Dan tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta,
Jika kita belum terlalu kuat iman untuk menjalaninya yang justru memudarkan cinta kita kepada-Nya.

Bukan kita tak ingin untuk mendapatkannya,
Bukan kita tak suka untuk menjalaninya,
Bukan pula kita merasa sok suci akan diri kita,

Kita hanya bermaksud ingin menjaga cinta dengan sebaik-baiknya,
Agar cinta kita tak tertambatkan dengan sia-sia sebelum waktunya,

Lebih baik,

Kita bersabar dalam sebuah penantian,
Ketika saatnya telah tiba nanti,
Ketika hati kita telah siap dan kuat menjalaninya,

Kita hanya menunggu waktu yang tepat ketika memiliki cinta,
Serta mendapat orang yang tepat untuk kita miliki,

Dan juga beharap sebuah kehalalan saat menjalaninya.



Hadirkan Kecantikan Hatimu



Kecantikan yang abadi terletak pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya...

Anda tidak mencintai seorang wanita karena ia cantik, ia terlihat cantik karena anda mencintainya.....

Wanita ingin dicintai tanpa syarat; bukan karena ia cantik, atau baik, atau anggun, atau pintar tet
api karena ia apa adanya......

Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang, akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga. Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga, akan hadir ketertiban dalam negara. Dan bila ada ketertiban dalam negara, akan hadir kedamaian di dunia.....

Kisah Dzun Nun Al-Misri, Seorang Sufi

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang masyhur bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya :

“Tuan, saya belum faham mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman yang ini berpakaian baik amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun
juga untuk tujuan banyak hal lain.”Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata :

“Sahabat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bolehkah kamu menjualnya seharga satu keping emas”.

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu dan berkata :

“Satu keping emas ?
Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu”.

“Cobalah dulu sahabat muda. Siapa tahu kamu berhasil”, jawab Zun-Nun.

Sanggahan untuk Sang Professor Atheis

Beberapa tahun yang lalu, pada sebuah pengajian, masih segar dalam ingatan saya diceritakan mengenai Perjalanan Baginda Rasul, Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.

Peristiwa ini sungguh luar biasa dan diperlukan iman yg kuat utk meyakini dan mempercayainya.

Namun percaya dgn Iman mungkin sdh cukup utk konsumsi kita sendiri, tapi kalau sdh dihadapkan 
pada sanggahan orang lain yg berseberangan dgn kita, maka iman saja belum cukup tapi kita juga harus mampu berpikir cerdas dan logis, supaya iman yg kita percayai tsb bukan sesuatu yg tdk bisa diterima dengan Logika.

Ulama besar, sekaligus Pahlawan kita Bpk. H. Agus Salim sdh bisa membuktikan hal tsb. Bahwa Iman dan Islam adalah agama Rahmat, berkah buat seluruh alam dan sangat bisa diterima oleh Logika, sejak dulu pertama diturunkan, saat ini dan sampai hari Kiamat Nanti.

Ceritanya, ketika Beliau sedang mengikuti sebuah pertemuan, disebelahnya duduk seorang Professor yang Atheis (tdk ber-Tuhan) dan dia hanya men" Tuhan" kan Logika.

Terjadilah percakapan diantara keduanya.

Kisah Nenek dan Minyak Goreng



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu ketika saya bertemu dengan seorang nenek. Dia, yang yang ringkih dengan kebaya bermotif kembang itu, tampak sedang memegang sebuah kantong plastik. Hitam warnanya, dan tampak lusuh. Saya duduk disebelahnya, di atas sebuahmetromini yang menuju ke stasiun KA.

Dia sangat tua, tubuhnya membungkuk, dan kersik di matanya tam
pak jelas. Matanya selalu berair, keriputnya, mirip dengan aliran sungai. Kelok-berkelok. Hmm…dia tampak tersenyum pada saya. Sayapun balas tersenyum. Dia bertanya, mau kemana.
Saya pun menjawab mau kerja, sambil bertanya, apa isi plastik yang dipegangnya.

Minyak goreng, jawabnya. Ah, rupanya, dia baru saja mendapat jatah pembagian sembako. Pantas, dia tampak letih. Mungkin sudah seharian dia mengantri untuk mendapatkan minyak itu. Tanpa ditanya, dia kemudian bercerita, bahwa minyak itu, akan dipakai untuk mengoreng tepung buat cucunya. Di saat sore, itulah yang bisa dia berikan buat cucunya.

Dia berkata, cucunya sangat senang kalau digorengkan tepung. Sebab, dia tak punya banyak uang untuk membelikan yang lain selain gorengan tepung buatannya. Itupun, tak bisa setiap hari disajikan. Karena, tak setiap hari dia bisa mendapatkan minyak dan tepung gratis.

Degh. Saya terharu. Saya membayangkan betapa rasa itu begitu indah. Seorang nenek yang rela berpanas-panas untuk memberikan apa yang terbaik buat cucunya. Sang nenek, memberikan saya hikmah yang dalam sekali. Saya teringat pada Ibu. Allah memang maha bijak. Sang nenek hadir untuk menegur saya.

Sudah beberapa saat waktu sebelumnya, saya sering melupakan Ibu. Seringkali makanan yang disajikannya, saya lupakan begitu saja. Mungkin, karena saya yang terlalu sok sibuk dengan semua urusan kerja. Sering saat pulang ke rumah, saya menemukan nasi goreng yang masih tersaji di meja, yang belum saya sentuh sejak pagi.

Hikmah Ubasute


Bismillahirrohmanirrohim

Dahulu kala di Jepang terdapat sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para petani miskin yang disebut ‘Ubasute’, yaitu membuang orang tua mereka yang telah lanjut usia di dae
rah pegunungan. Hal ini dilakukan karena mereka terlalu miskin untuk menghidupi orang tua mereka. Cerita ini adalah cerita kuno dan di masa ini tentu saja tidak dilakukan hal seperti itu.

Ceritanya : Pada hari itu, seorang ibu tua dengan digendong oleh puteranya berangkat menuju gunung untuk ‘disisihkan’ . Namun selama perjalanan ia mematahkan ranting-ranting dan menjatuhkannya. Ketika ditanya oleh puteranya, ia menjawab, ‘Agar kau tidak tersesat pada waktu kembali ke desa’. Mendengar hal itu, puteranya terharu dan menangis lalu menggendong ibunya dan kembali ke rumah mereka.

Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah diatas?
Tentu banyak sekali, melimpah bagaikan air yang mengucur, mengalir deras ke telaga hati. Betapa kasih sayang orangtua kita tak akan luntur sepanjang zaman, walaupun mungkin kita sendiri telah menjadi orang tua dari anak-anak kita. Semoga kita selalu mencintai Ibu kita selama masih ada dan jika sudah dipanggil oleh Alloh SWT mari kita selalu berdo'a buat Ibu & bapak.

7 Rahasia agar ALLAH Segera Mempertemukan dengan Jodoh Terbaikmu



Ketika jodoh gak dateng-dateng. Apa masalahnya?
Inilah 7 rahasia yg moga jadi upaya hadirnya pertolongan ALLAH.

1. Jangan-jangan,ada dosa yg selama ini jadi penghalang hadirnya jodoh.Sehingga sebelum dosa itu ditaubati,ALLAH bakal nutup rapat2 pintu jodoh.

Maka langkah awal,inget-inget semua dosa,sesali,tangisi,istigh
fari & janji jangan ulangi dosa itu lagi.Taubat sebener2nya tobat.

2. Diem-diem,doain sahabatmu yg laen supaya dipertemuin jodohnya.Doa mukmin bagi saudaranya secara diem-diem,akan di aamini malaikat & mantul ke kita.

3. Minta doa 2 manusia keramat,yakni ortu.Kalo ortu sudah nangis dalam tahajudnya buat doain anaknya,maka tinggal nunggu terkabulnya.

4. Teruslah berdoa,"Rabbii laa tadzarnii.." (Ya ALLAH,jangan biarkan aku sendiri).Kalo gak ngadu ke ALLAH,mau ke sapa lagi?. Sambil nangis.

5. Perbaiki diri.ALLAH akan ngasih jodoh baik bagi orang yg baik. Agar jodohmu baik,maka ALLAH gak bakal nemuin sebelum kau perbaiki diri.

6. Sedekah.Kalo ini mah udah gak usah ditanya lagi faedahnya. Segala masalah tuntas dengan sedekah yg ikhlas.Segalah hajat bakal terkabul.

7. Ikhtiar dan tawakkal.Upaya yg ngotot,habis itu serahin pada-Nya.Usaha sebisa-bisanya,berserah sepasrah-pasrahnya.ALLAH yg Maha Menakdirkan.

Insya ALLAH dengan 7 rahasia tersebut,ALLAH akan mempermudah jalan menuju pertemuan agung itu. Aamiin ya Rabbal'alamin

Lelaki Yang Takut Jatuh Cinta


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Belum menikah?" tanya saya pada laki-laki di hadapan saya yang rautnya telah bertambah tua.Yat, teman saya ini, mungkin tak tepat untuk saya sebut sebagai teman sebab usia kami yang terpaut begitu jauh. Garis-garis dewasa -untuk saya menghindari kata tua- begitu nyata saya tangkap dariwajahnya. Kerutan ada di sekitar mata dan p
ipinya.



la menggeleng. Ini sudah jawaban paling baik yang saya dapatkan. Biasanya, kalau menghadapipertanyaan semacam itu, hanya senyum kecut yang ia berikan dan buru-buru mengajak beranjakpada pembicaraan lain.

Tentu anakmu sudah besar, ya, Wie!" gumamnya seraya menyelai jemari tangan. Mungkin iamenyembunyikan resah.

"°Ya, yang pertama masuk SD tahun ini. Kalau yang kecil, sekarang sudah empat tahun."

"Bahagia?"

Saya pikir, saya tak perlu menjawab pertanyaannya itu sebab definisi bahagia tiap-tiap orangmungkin berbeda. Lagi pula, apakah menjawab ya atau tidak itu sesungguhnya yang menjadipertanyaannya?

Saya hanya menangkap resah itu. Resah yang bisa dibaca nyaris di setiap geraknya, pandangannyayang tidak fokus dan sering berpindah-pindah sebagaimana juga pembicaraannya yang selaluberpindah dari satu topik ke topik yang lain, mengalir begitu deras."Tiga tahun lagi usiaku empat puluh. Sudah tua, ya ..?"

Saya segera menghitung umur saya sendiri. Oktober tahun lalu, seperempat abad telah terlampaui,dan saya pun telah merasa napas 'tua' merasuki raga saya. Lantas, apakah saya akan membantahkalimatnya bahwa perbedaan dua belas tahun itu tak cukup menyebutnya tua?

"Manusia boleh tua usia, Mas," hibur saya. "Yang penting, kan, semangatnya. Saya ingin tetapmuda kendati saya sendiri sekarang sudah mulai tua."

"Apa aku cukup pantas disebut bersemangat muda?" "Kenapa tidak?"

"Hm, entahlah, Wie mungkin takdirku sendiri begini.°"Maksudnya?'°

"Sebenarnya aku ingin menikah, tapi aku selalu takut jatuh cinta."

Lantas, tanpa menunggu reaksi saya atas kalimat yang 'mengejutkan' itu, ia telah berlalu darihadapan saya. la berjalan, menunduk. Dukanya mengais-ngais jalan. Memang terkadang menakutkan. Sungguh wajar baginya untuk mengatakan ia takut jatuhcinta. Yat-begitu biasa dia dipanggil kendati itu bukan potongan dari salah satu suku kata pembentuk namanya-memiliki pengalaman yang 'menyakitkan' dalam cinta.

Seperti remaja kebanyakan, saat usia SMA, ia pernah jatuh cinta pada seorang wanita, rekansekelasnya. Cinta monyet, kata orang. Namun untuk ukuran remaja, hubungan percintaan merekaterbilang awet. Cinta pertama yang begitu romantis, saling berkirim surat-kendati berbicaralangsung sebenarnya lebih praktis dan tanpa Maya karena keduanya yang berada dalam satu kelasselama tiga tahun sebagaimana romansa khas remaja.

Namun, di semester terakhir sekolahnya, si wanita menderita sakit parah dan berakhir pada kematian, tepat pada saat teman-temannya yang lain menempuh ujian SMA. Itulah yang membuat Yat kacau-balau menyelesaikan lembar lembar tes dan membuat ia tak bisa diterima di perguruantinggi mana pun.

Cukup lama Yat dicekam kesedihan oleh kepergian teman dekat tersebut. Dia yang tak jugamendapat pekerjaan selulus sekolah membuat kondisinya semakin memprihatinkan. Untunglah,pada akhirnya ia menemukan semangat hidup itu dan kembali bisa berdiri untuk memperjuangkan hidupnya. Meski tertatih-tatih, ia bisa keluar dari lingkaran duka itu dan memulai kembali sejarahnya.

Kali ini, tentu saja tidak ada yang bisa ia harapkan untuk kuliah. Bukan karena biaya, sebab keluarganya cukup mampu menopang kuliah, asalkan tidak dalam skala kelas atas. Nilalinya-seperti saya sebutkan-jeblok di penghujung sekolahnya.

Kisah Anak diatas Kubur Neneknya

Suatu ketika, Yani diajak oleh ayahnya untuk mengunjungi wilayah pemakaman umum kaum muslimin di kota metropolitan, Jakarta. Mereka berputar sejenak dan kemudian mendapatkan makam yang dicari. Mereka duduk di depan seonggok nisan, “Hj. Muthia binti Muhammad, Lahir : 19 Januari 1915, Meninggal : 20 Januari 1965.” 

Ayah Yani berkata, “Nak, ini adalah kuburan ne
nekmu, mari kita berdoa untuk kebaikan nenekmu.” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya menengadah ke atas dan memejamkan matanya seperti halnya ayahnya. Ia mendengarkan doa ayahnya untuk neneknya.

Selesai berdoa, Yani bertanya, “Yah, nenek waktu meninggal berumur 50 tahun ya Yah ?” Ayahnya mengangguk sambil tersenyum sembari memandang pusara ibunya, Hj. Muthia.

“Hm, berarti nenek sudah meninggal 44 tahun yang lalu ya, Yah ?” kata Yani berlagak dengan menghitung dengan jarinya, “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur selama 44 tahun…”jawab ayahnya

Yani memutar otaknya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana, di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut, “Muhammad Zaini, Lahir : 19 Februari 1804, Meninggal : 30 Januari 1910.”

“Hmm, kalau begitu, yang itu sudah meninggal 109 tahun yang lalu ya Yah ?” jarinya menunjuk nisan di di samping kuburan neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk, tangannya terangkat mengelus kepala anaknya satu-satunya sembari menatap teduh mata anaknya dan berkata, “Memangnya kenapa nak ?”

“Hmm, ayah semalam bilang bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa. Dan ditempatkan pada parit dari parit-parit neraka. Begitu sebaliknya, kalau amal shalih kita banyak, kita akan mendapatkan kenikmatan dan tinggal di sebuah taman dari taman-taman jannah. Iya kan Yah ?” Yani meminta persetujuan ayahnya.

Ucapan Sederhana



Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuhu.

Sahabat fillah...
Ucapan salam memang sederhana. Hanya dengan ucapan “assalamu’alaikum” seseorang tanpa disadari sebenarnya ia telah menaburkan benih-benih cinta terhadap sesama. Sebab salam bukan sekedar ucapan yang terlintas untuk basa basi saja, melainkan di dalamnya mengandung doa.

Rasullullah saw bersabda: “Kamu tidak akan masuk surga sampai ka
mu beriman, dan kamu tidak bisa beriman sebelum kamu saling mencintai. Maukah kamu aku beritahukan sesuatu jika kamu melakukannya maka kamu akan saling mencintai. Tebarkanlah salam. ” (HR Muslim)

Hm..SALAM ternyata bisa menjadi PENGAIT HATI karena didalamnya terkandung DO'A dan PENGHORMATAN..
Andaikan setiap sesama Muslim saling menebarkan salam maka timbullah rasa saling mencintai sesama seiman yang merupakan takaran keimanan yg dimiliki seorang MOSLEM..

Rasulullah saw bersabda:
“ Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai kamu mencintai saudaramu sebagaimana mencintai dirimu sendiri” (HR Bukhari)

(Andrealica Nhordeeniz)

Pengorbanan Adik Kepada Kakaknya


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Angella dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya m
embawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.

Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi,
“Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.

Kebeningan Hati Seorang Tukang Becak



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di Klaten, Jawa Tengah, ada seorang tukang becak miskin tapi ahli bersedekah. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bersedekah.

Sedekah yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum'at.

Pada suatu hari, datanglah seorang penumpang pe
rempuan menghampiri tukang becak yang shaleh tersebut. Rupanya penumpang itu datang dari kota yang sangat jauh. Penumpang tersebut orang kaya kalau dilihat dari cara berpakaian dan asesorisnya. Ia tidak bertanya berapa ongkosnya apalagi menawar kepadanya. Ia langsung naik saja.

Setelah sampai ditempat tujuan, penumpang itu memberikan uang jasa kepada tukang becak itu, tapi malah ditolaknya secara halus.

"Maaf, saya telah berjanji pada diri saya jika hari Jum'at saya akan menggratiskan semua penumpang saya. Saya selalu berusaha memegang kuat janji itu bu,"

Setelah tukang becak pergi, penumpang itu diam. Dia kecewa karena uangnya tidak diterimanya. Perempuan itu malah penasaran," Saya akan buktikan pada hari Jum'at mendatang, saya penasaran, saya akan naik becaknya lagi. Apakah pada hari Jum'at besok ia masih tidak mau menerimanya uang jasa ataukah menerimanya??" demikian kata hati si perempuan tadi.

Setelah naik becaknya lagi pada hari Jum'at berikutnya, perempuan itu mencoba kembali memberi imbalan jasa, Tapi si tukang becak tetap tidak mau menerimanya.

Si Perempuan itu disadarkan oleh perilaku tukang becak dermawan itu. Ia menyadari atas kekeliruan dan kelalaian dirinya yang selalu egois dan tidak pernah memikirkan orang lain apalagi melakukan sedekah. Penumpang itu lalu memintanya agar diantarkan kerumah tukang becak itu. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh mengenai keluarganya.

Setelah sampai dirumah tukang becak ini, perempuan itu disambut dengan hangat. Rumahnya sangat sederhana. Istrinya terlihat sangat terampil melayani tamunya. Tanda keshalehan tampak dari wajahnya, dalam caranya bertutur kata dan menghormati tamu. Sebelum pulang, si penumpang kaya raya tadi berkata kepada si tukang becak.

"Kebiasaan sedekah yang telah dilakukan bapak telah menyadarkan sikap saya selama ini yang sangat egois. Hidup saya hanya saya habiskan untuk mengais harta tanpa sedikitpun memikirkan nasib orang lain yang membutuhkan. dan akhirnya, kini saya sadar tetang arti hidup ini dari mana dan kemana kita akan menuju."

"Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, dan rasa terima kasih saya kepada Bapak, maka ijinkan saya bapak sekeluarga untuk naik haji bersama saya dan keluarga saya."

Seorang sahabatku pernah berkata:

"Janganlah mudah MENGELUH terhadap musibah yang menimpa..apalagi mengeluhkan_Nya kepada manusia..
Jadilah pribadi yang tegar dan sabar..
Orang yang paling ‘arif adalah seorang yang mengeluh kepada Allah akan (musibah yang menerpanya2) karena meyakini bahwa semua itu berasal dari kesalahan yang dia perbuat, bukan dikarenakan manusia. 
Oleh karenanya, dia adalah ora
ng yang sangat memahami firman Allah, “Dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (An Nisa: 79)

Ingatlah..ada tiga tingkatan mengeluh,
Paling buruk adalah kita mengeluhkan Allah kepada makhluk-Nya,
Paling tinggi (mulia) adalah kita mengeluhkan keburukan dan kelemahan diri kepada-Nya,
dan yang pertengahan adalah kita mengeluhkan kezhaliman makhluk-Nya kepada-Nya...

Salam ukhuwah untuk sahabat fillaah



(Andrealica Nhordeeniz)

Karena Cinta Bukan Janji ...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Selepas sholat Jum’at dalam perjalanan menuju rumah, sepeda saya ditabrak sepeda lain dari arah yang berlawanan. Akibatnya, roda belakang sepeda saya pun goyang dan bengkel sepeda adalah tujuan saya kemudian. Mungkin skenarionya sudah diatur demikian, bahwa ada seorang anak kecil yang melaju kencang dengan sepedanya langsung menab
rak sepeda saya. Lantaran kecelakaan kecil itulah saya bisa berbincang ringan dengan Bang Juma’, tukang bengkel tempat langganan saya memperbaiki roda belakang sepeda.

Sewaktu saya membawa sepeda ke bengkelnya, Bang Juma’ baru saja membukanya setelah istirahat sholat Jum’at. Tapi bisa saya lihat wajahnya kurang cerah, padahal selain saya ada tiga sepeda lain yang menunggu sentuhan tangannya, dan sudah pasti rezeki miliknya seorang. “Langganan antri begini tampang masih suram aja bang?” saya beranikan diri membuka suara.

Ketika Dua Insan Telah Digariskan Bersama



Jodoh yang baik memang harus dijemput dengan bermacam cara yang baik pula.

Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk berjodoh.
Maka..
Sejauh apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sesulit apapun rintangan yang menghalangi mereka.
Sebesar apapun perbedaan diantara mereka.
Sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarinya.

Pasti di suatu saat,
Mereka akan bersatu juga pada akhirnya.
Selalu ada hal yang datang menjadi penyebab untuk dapat menyatukan mereka berdua.
Selalu ada suatu kejadian yang akan membuat mereka saling mendekat dan pada akhirnya bersatu dalam sebuah ikatan suci.

Akan tetapi..

Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk tidak berjodoh.
Maka..
Sedekat apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat.
Sekeras apapun upaya mereka untuk bisa bersatu.
Sekuat apapun perasaan yang telah ada dalam hati mereka berdua.
Sesering apapun hubungan diantara mereka sebelumnya.

Pasti di suatu saat..
Mereka pada akhirnya akan terpisah juga.
Selalu ada hal yang dapat membuat mereka akhirnya saling menjauh.
Selalu ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak sreg,
Selalu ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik.

Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita abaikan..

40 Keutamaan Shalat



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sesungguhnya shalat adalah sesuatu kekayaan yang sangat berharga. Hanya orang2 yang diberi Allah kelezatan shalat yang dapat menghargainya.

Begitu berharganya shalat, sehingga Rasulullah saw menjadikannya sebagai penyejuk mata, dan karena kelezatannya maka beliau saw. menghabiskan sebagian besar malamnya dengan melaksanakan shalat.

Itu
lah alasannya mengapa Rasulullah saw. secara khusus berwasiat mengenai shalat ketika akhir hayat beliau saw. dan berpesan agar benar2 menjaganya.

Di dalam banyak hadits, Rasulullah saw, bersabda, "Takutlah kepada Allah mengenai shalat,...Takutlah kepada Allah mengenai shalat,...Takutlah kepada Allah mengenai shalat," Ibnu mas'ud ra. meriwayatkan dari Rasulullah saw., bahwa beliau saw bersabda, "Amalan yang paling kucintai adalah SHALAT"

Didalam bebagai kitab hadits banyak sekali hadits yang menegaskan pentingnya shalat serta keutamaan2nya, sehingga sulit dan terlalu banyak jika ditulis keseluruhannya. Namun sebagai hikmahnya, dibawah ini saya sebutkan terjemahan dari beberapa hadits Rasulullah saw. :

1. Perintah pertama yang diturunkan Allah swt. kepada umatku adalah shalat, dan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.

2. Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat!

3. Pembatas seseorang dengan syirik adalah shalat.

4 Ciri seorang muslim adalah shalat. Seseorang yang mengerjakan shalatnya dengan hati yang khusyu, menjaga waktu2nya, dan memperhatikan sunnah2nya, maka dia adalah seorang yang beriman.

5. Allah swt. tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman dan shalat. Seandainya ada suatu kewajiban yang lebih utama daripada itu, nicaya Allah swt. akan memerintahkan para malaikat-Nya yang sebagian dari mereka senantiasa ruku dan sebagian lagi terus-menerus sujud.

6 Shalat adalah tiang agama.

7. Shalat menghitamkan mulut setan.

8. shalat adalah cahaya bagi orang beriman.

9. shalat adalah jihad yang paling utama.

10 Selagi seseorang menjaga shalatnya, maka Allah swt mencurahkan seluruh perhatian-Nya, tetapi jika ia melalaikan shalatnya, maka perhatian Allah akan terlepas.

11. Apabila suatu musibah turun dari langit, maka orang2 yang memakmurkan masjid akan terhindar darinya.

12, apbila seseorang masuk ke dalam neraka jahanam disebabkan dosa2nya, maka api neraka tidak akan membakar anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

13. Allah swt. mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.

14. Amal yang paling disukai Allah swt. adalah shalat tepat pada waktunya.

15. Keadaan manusia yang paling disukai Allah swt. adalah ketika dalam keadaan sujud, yaitu kening menyentuh tanah.

16 Sedekat-dekat seseorang kepada Allah adalah ketika dia berada dalam sujud.

17. Shalat adalah anak kunci pintu syurga.

18. Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat, maka pintu2 syurga akan terbuka. Lalu tersingkaplah tabir antara Allah dengan orang yang shalat itu selama dia tidak sibuk dengan batuk dan sebagainya ( yaitu perkara2 yang dibenci dalam shalat).

19. Seseorang yang sedang melaksanakan shalat berarti mengetuk pintu Yang Maha Kuasa, sebagaimana orang yang mengetuk pintu, maka pasti akan dibukakan baginya.

20. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kepala pada badan.

21. Shalat adallah cahaya hati, barangsiapa yang ingin agar hatinya bersinar, hendaklah dia menyinarinya dengan shalat.

22. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan dua atau empat rakaat shalat, baik shalat fardhu ataupun sunnat dengan khusyu dan khudhu, lalu memohon ampunan kepada Allah atas dosanya, niscaya Allah akan mengampuninya.

23. Bagian bumi yang diatasnya disebut nama Allah melalui shalat, maka bagian bumi itu akan membanggakannya kepada bagian2 bumi yang lain.

24. Barangsiapa berdoa kepada Allah setelah melaksanakan shalat dua rakaat, niscaya Allah mengabulkannya baik secara langsung ataupun ditangguhkan, demi kemaslahatan dirinya. Yang jelas doanya pasti diterima.

25. Barangsiapa melaksanakan shalat 2 rakaat seorang diri tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka dia mendapat jaminan keselamatan dari api neraka.

26. Barangsiapa melaksanakan satu shalat wajib, maka baginya satu doa yang makbul di sisi Allah.

27 Orang yang menjaga shalat lima waktu, dengan memperhatikan ruku, sujud dan wudhu yang sempuna, maka wajib baginya syurga dan haram baginya neraka.

28. Selama seorang muslim menjaga shalatnya, maka setan akan takut padanya. Tetapi jika melalaikannya, maka setan akan berani kepadanya dan akan menyesatkannya.

29. Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu.

30. shalat adalah kurbannya setiap orang yang bertakwa.

31. Amal yang paling disukai Allah adalah shalat di awal waktu.

32. Barangsiapa pergi untuk melaksanakan shalat Subuh, maka ditangannya dia membawa bendera iman. Dan barangsiapa pergi kepasar pada waktu subuh, maka ditangannya adalah bendera setan.

33. Empat rakaat shalat sunnat sebelum shalat Dzuhur sama pahalanya dengan empat rakaat shalat Tahajjud.

34. Empat rakaat shalat sunnat setelah Dzuhur ,kedudukannya sama dengan 4 rakaat shalat Tahajjud.

35. Apabila seseorang berdiri melaksanakan shalat, maka rahmat Allah tercurah padanya.

36. Seutama-utama shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat pada pertengahan malam, namun sedikit sekali orang yang mengerjakannnya.

37. Jibril as. datang kepada Muhammad saw, dan berkata "Wahai Muhammad, berapapun lamanya engkau hidup, suatu hari nanti pasti akan mati juga. Siapapun yang engkau cintai, pada suatu hari nanti pasti engkau berpisah dengannya.

Kisah Sedekah Yang Menyentuh Hati

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kisah di bawah ini adalah kisah yang didapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil
adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.

Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ?

Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.

Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka..

Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat.

Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua." Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! "

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikkan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya.

Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.

Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya ."Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.

Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu!

Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani..?

Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. “sayang juga sebenarnya, dan ini merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di puncak karir,” ujarnya.

Lalu kemana setelah resign? “yang ad
a di pikiran saya saat ini hanya satu, menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar”

Tapi, ibu nampaknya masih ragu? “bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental sebelum benar-benar mengambil langkah ini”.

“Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya, “sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?”

Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu. Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita karir di Jerman lantang menjawab, “profesi saya ibu rumah tangga, jika diantara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya”.

Luar biasa. Sekali lagi luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.

Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra-putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya.

Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap “mbak” atau “bibi” ketimbang ucapan “mama”. Tak satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari kehangatan.

Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan binar mata ibu menyiratkan kata, “ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu”.

Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.

Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.

***
Sahabat, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan bisnis. Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya, mereka pun sangat ingin mengikuti jejak sahabat, hanya saja mereka belum mengambil keputusan seperti sahabat. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga dengan langkah terbaik ibunya. 

Semoga Kita

Aku sadar, engkau bukanlah hawa yang rela berkorban demi adam
engkau tak sesempurna fatimah az-zahrah yang membahagiakan ali bin abi thalib r.a.

kebersamaan yang kita jalin tak seindah mentari pagi di ufuk timur,
tak sesejuk embun di pagi yang penuh harapan.
tapi, engkau yang menyadarkan ku tentang hasrat,

hasrat manusia yang takkan pernah susut,
sama ketika aku minum air laut yang membuat aku semakin haus ketika aku berusaha menghapus dahaga,

perjalanan ku ternyata menyusuri sebuah lingkaran imajinasi yang tak pernah putus,
hanya berputar sampai kau menyadarkan aku
ternyata aku tidak berada di tempat yang seharusnya aku capai

terimakasih telah ada di sampingku untuk meluruskan jalanku,
menegakkan kembali tubuhku saat aku mulai terhuyung menahan beban yang mendera.
semoga kaki-kaki kita yang mulai menua,

masih cukup kuat melangkah menyusuri garis takdir bersisian,
semoga pikiran kita yang kian dewasa bisa menerima kelebihan dan kekurangan,
hingga akhir masa yang telah ditetapkan.
semoga kita dipertemukan kembali dalam keabadian