Tampilkan postingan dengan label Hukum Seputar Fiqh dll. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum Seputar Fiqh dll. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2014

Merayakan Valentine Day = Menuhankan Yesus

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik —apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga— yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.


Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.
Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…,” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut,” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan,“Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Wallahu’alam bishawab.


Kamis, 11 Oktober 2012

Hukum Orang yang Mengatakan Terhadap Orang yang Mengingkari Kemungkaran dengan “Kamu Itu Sok Suci”.


Pertanyaan : 
Ketika ada seorang muslim mengingkari kemungkaran yang dilakukan orang selainnya, terkadang sebagian orang membalasnya dengan mengatakan, “Kamu itu sok suci” atau “Jangan ikut campur urusan yang bukan kepentingan kamu.” Apakah ucapannya ini benar dan bagaimana membalasnya ? 


Jawaban : 
Ucapan tersebut tidak benar, yakni bahwa ucapan seseorang kepada orang yang menegurnya karena melakukan kemungkaran dengan ucapan “Kamu itu sok suci” atau “Ini bukan urusanmu” adalah tidak benar sebab Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan kepada kita agar melarang kemungkaran dan memerintahkan berbuat ma’ruf. 
Maka wajib bagi kita untuk memerintahkan kepada yang ma’ruf atau melarang perbuatan mungkar semampu kita baik orang yang diperintahkan atau dilarang itu rela ataupun tidak rela. 

Sedangkan balasan terhadap ucapan tersebut, dikatakan, “Ini adalah urusanku” karena Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkanku mengokohkan, maka hal yang menjadi urusan seorang mukmin adalah juga menjadi urusan saudaranya sesama untuk melarangmu melakukan perbuatan mungkar dan karena seorang mukmin terhadap saudaranya sesama mukmin ibarat bangunan yang satu. 

[Alfazh wa Mafahim asy-Syari’ah karya Syaikh Ibn Utsaimin, hal. 31] 


Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal: 530-531, cet: Darul Haq Jakarta, diposting Yusuf Al-Lomboky





Jumat, 28 September 2012

NABI MELARANG MINUM BERDIRI ???


Kenapa?

Ternyata secara medis didalam tubuh manusia ada penyaring yang bernama SFRINGER, saringan itu bisa membuka ketika kita duduk & menutup ketika kita berdiri. Air yg kita minum belum 100% steril u/ diolah tubuh. Jika kita minum sambil berdiri maka air tidak disaring karena SFRINGER tertutup dan jika air tidak disaring itu langsung masuk ke kandung kemih, bisa menyebabkan penyakit KRISTAL GINJAL.
SUBHANALLAH.....ALLAHU AKBAR....BETAPA AGUNG ISLAM SEBAGAI BIMBINGAN KEHIDUPAN...

---------------------------------------------------

pernah dapat tulisan ini? banyak beredar di email, bbm, atau FB..

saya 100% yakin akan kebenaran sunnah Rasulullah.. tapi saya tidak yakin akan kebenaran ilmiah seperti yg tertulis di status ini ... kenapa? karena tidak sesuai dengan fakta ilmiah yg kita ketahui sekarang (walaupun saya 100% mengakui bahwa "fakta" ilmiah bisa berubah dan berkembang sesuai dengan penemuan dan pengatahuan ilmiah yg baru, jadi tidak mutlak)...

yg membuat saya ragu adalah ini:

- "SFRINGER" itu adanya dimana? apakah di mulut? di tenggorokan? atau di usus? bagaimana mekanisme saringannya? siapa yg menemukan atau mempelajari hal ini? kalau ini adalah fakta ilmiah seharusnya ada literaturnya baik di text book atau jurnal. keterangan ini tidak ada

- untuk bisa menyaring sampai steril diperlukan sistem saringan yg sangat halus dengan "lubang saringan" yg sangat kecil. bakteri berukuran 0,5 - 5 mikrometer, jauh lebih kecil daripada sel biasa, virus jauh lebih kecil lagi (sekitar 20 nanometer - lebih kecil dari organel sel). untuk melihat sel biasa bisa dengan pembesaran mikroskop 10-20, untuk bakteri harus 100x, untuk virus harus mikroskop elektron. dengan saringan sehalus itu akan perlu waktu lama untuk air melewatinya, dan bahan2 makanan yg ditelan bersama air tidak akan bisa lewat, jadi tidak bisa diserap tubuh.

- air yg kita minum memang tidak harus steril karena nanti toh akan diserap oleh usus setelah melalui berbagai macam enzim pencernaan.. kita bisa saja minum air yg tidak steril karena adanya sistem pencernaan dan sistem pertahanan badan yg terdiri dari sistem fisik (kulit dan jaringan mukosa), sistem selular (sel darah putih dg beragam jenisnya) dan sistem antibodi. asalkan air yg kita minum tidak mengandung racun atau kuman patogen, air tidak steril tidak apa apa kita minum. semua minuman botol yg kita beli (teh, air mineral, soda, cola, sirup, dll) tidak ada yg steril kecuali yg dipanaskan dg UHT dan dimasukkan kedalam tempatnya secara aseptik. makanan yg kita makan pun semua tiadk steril. bahkan badan kita pun tidak steril sampai ke dalam usus kita.

- setelah air diserap di usus dia akan mengalir melalui darah, masuk ke hati untuk netralisasi toksin dan kuman (melalui vena hepatica) lalu ke jantung, baru disebarkan ke seluruh tubuh... semua yg masuk perut (usus) akan melalui jalur yg sama: usus - pembuluh darah balik hati - hati - jantung - paru-paru (untuk ditambah oksigen) - jantung lagi - baru ke seluruh tubuh... air tidak bisa langsung "lompat" dari usus ke kandung kemih seperti di tulisan ini .... tidak ada salurannya...

jadi walaupun saya 100% yakin akan kebenaran sunnah Rasul, saya ragu akan penjelasan ilmiah yg diberikan disini.

alangkah baiknya sebelum menyebarkan "temuan ilmiah" yg dianggap membuktikan kebenaran ajaran islam kita pelajari dan pastikan dulu kebenarannya. kalau ternyata salah atau hoax, nanti malah Islam dianggap "desperate" harus berusaha membuktikan dirinya dengan pembenaran palsu... nanti malah ditertawakan orang. malah kita tanpa sadar memburukkan nama islam...

Minggu, 16 September 2012

Bagaimana Hukumnya Makan Sahur Sebelum Jam 12 Malam?



Pertanyaan 
bagaimana hukumnya makan sahur sebelum jam 12 malam ?

Jawaban 
tidak mendapat kesunnahan, sebab kesunnahan sahur didapat jika sudah lewat tengah malam karena dengan lewat tengah malam maka masuklah waktu sahur. Wallahu a’lam

Referensi : Al Baajuri I hal.293
Sumber : Madinatul Ilmi

 

Melihat Orang Puasa Hendak Minum Karena Lupa


Pertanyaan :
bagaimana jika seseorang melihat orang lain yang berpuasa akan minum sesuatu karena dia lupa bahwa dia sedang berpuasa ?


 Jawaban :
dalam hal ini dilihat, jika orang yang hendak minum itu adalah ahli taqwa dan bukan ahli maksiat (keharaman), maka lebih utama untuk diingatkan. Tapi jika keadaan orang yang hendak minum itu kebalikannya, maka wajib dicegah dan dilarang.

Referensi : Bughyatul Musytarsyidin hal. 183
Sumber : Madinatul Ilmi

Telinga Kemasukan Air Waktu Mandi Tidak Sengaja



Pertanyaan :
bagaimana hukumnya orang yang berpuasa mandi lalu telinganya kemasukan air (tidak sengaja).

Jawaban :
untuk menjawab pertanyaan ini ada perinciannya,
1.    Jika mandinya itu adalah mandi yang di tasyri’kan, baik yang wajib seperti mandi janabah atau mandi sunnah seperti hari jumat bagi yang akan menghadiri sholat jum’at, maka tidak membatalkan puasanya, hal ini jika mandi dengan mengguyurkan air ke badan (seperti biasanya), tapi jika mandi dengan selulup (jawa,red) atau menyelam maka membatalkan puasanya.
2.    Jika mandinya tidak ditasyri’kan (diperintah) seperti mandi untuk menyegarkan badan atau untuk sekedar membersihkan atau mendinginkan badan, maka membatalkan puasanya baik disengaja atau tidak, baik mandinya dengan mengguyur atau menyelam.

Referensi : At Taqriiratus Sadiidah hal. 453-454


Hukum Menyentuh Al-Qur'an Terjemah Tanpa Wudhu


Saya mau bertanya, apa hukum menyentuh al qur’an terjemahan yang sempurna 30 juz? Bolehkah disentuh oleh mukallaf yang dalam kondisi berhadatas? Maksud saya kitab al qur’an yang dilengkapi dengan transliterasi dan terjemahannya dan lengkap 30 juz dalam satu jilid. Apakah hukumnya sama dengan “mushaf” (yang tulisan arab saja)?

Jawaban Habib Munzir Al Musawwa
boleh disentuj tanpa wudhu, karena para fuqaha menghukumi jika jumlah kalimat tafsir lebih banyak dari Alqur’an nya maka ia sudah boleh disentuh walau tanpa wudhu, demikian juga terjemah, karena terjemah pastilah lebih banyak dari kalimat aslinya, karena banyak kalimat Alqur’an yg terjemahnya tidak bisa satu kalimat/kata, tapi karena perpindahan bahasa maka perlu diperjelas maknanya, maka itu sudah merupakan jaminan bahwa kalimat kalimatnya lebih banyak dari Kalamullah nya, maka ia boleh disentuh tanpa harus berwudhu.

Sumber : Habib Munzir Al Musawa

Tanda-tanda Kita Akan Meninggal


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Semoga ini semua bisa menjadi peringatan untuk kita semua



" Tanda 100 hari menjelang meninggal "



Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hamba-Nya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendaki-Nya...

Walau bagaimanapun semua muslimin akan mendapat tanda, hanya saja mereka menyadarinya atau tidak...

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar, seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil (seperti daging sapi yang baru saja disembelih, jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar...

Tanda ini rasanya nikmat bagi mereka yang sadar bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita menyadarinya...

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan dunia tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat...
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.