Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2014

Kenali Gaya Kerja Anda

Di tempat kerja, hubungan dengan lingkungan sedikit banyak berpengaruh terhadap prestasi kerja. Hubungan dengan lingkungan dipengaruhi dengan bagaimana bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan, maupun hal yang terkait dengan persoalan di luar pekerja.

Bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan dengan atasan, rekan kerja maupun bawahan dikenal dengan istilah gaya kerja.

Gaya kerja dibedakan menjadi 5 tipe yaitu commanding, marginal, indifferent, humanistic dan enlighting.

Seseorang dapat mengetahui kecenderungan gaya kerja yang dominan melalui kuesioner sebagai alat ukur. Dengan mengetahui gaya kerja, seseorang dapat menggunakan kelebihan dan memperbaiki kelemahan.

1.     Commanding

Gaya kerja commanding atau dikenal juga dengan gaya kerja memerintah. Gaya kerja ini berorientasi pada kekuasaan. Hubungan kerja didasarkan pada pola atasan dan bawahan. Orang dengan gaya kerja ini cenderung merasa benar sendiri. Gaya kerja ini biasanya diperlukan pada saat keadaan kritis yang memerlukan pengambilan keputusan secara cepat.

2.     Marginal

Gaya kerja marginal berorientasi pada aturan yang harus dipatuhi dan perintah dari atasan. Orang dengan gaya kerja ini biasanya hanya mengikuti perintah dan tidak kreatif. Gaya kerja ini diperlukan pada tempat kerja yang memerlukan orang tipe hanya do-er atau pelaksana.

3.     Indiffirent

Gaya kerja indifferent atau masa bodoh hanya berorientasi pada tugas sendiri. Seseorang dengan gaya kerja dominan indifferent hanya fokus untuk menyelesaikan kewajibannya tanpa peduli pada keadaan sistem secara keseluruhan. Gaya kerja ini akan tepat diterapkan pada tempat kerja dengan tipikal pekerjaan tak saling bergantung satu dengan lainnya.

4.     Humanistic

Gaya kerja humanistic adalah gaya kerja yang berorientasi pada perasaan. Seseorang dengan gaya kerja ini cenderung untuk menghindari keributan di tempat kerja akibat konflik. Berbeda pendapat adalah sesuatu yang sangat dihindarkan.

Kekurangan dari gaya kerja ini adalah tidak bisanya diambil keputusan secara tegas, apalagi bila waktunya mendesak. Sedangkan kelebihannya adalah membina hubungan yang baik dan kekompakan personil di tempat kerja.

5.     Enlighting


Gaya kerja enlighting merupakan gaya kerja yang dipandang paling ideal untuk diterapkan secara umum. Gaya kerja ini berorientasi pada prestasi atau keberhasilan bersama. Kelebihan gaya kerja ini pada diskusi, proses sharing ide, evaluasi bersama, dan teamwork yang kuat. Gaya kerja ini akan sesuai dengan tipikal pekerjaan yang melibatkan banyak personil dengan peranan sejajar. Penerapan gaya kerja sangat ditentukan juga oleh tempat kerja dan tipikal pekerjaan. Tidak ada gaya kerja yang paling baik, tetapi hanya ada gaya kerja yang paling sesuai.

Perilaku dan Pribadi Remaja

A.    Perubahan Pada Remaja
Masa remaja adalah suatu tahap dalam perkembangan jiwa manusia yang merupakan masa perpindahan dari tahap kanak-kanak ke tahap dewasa. Masa remaja di awali dengan masa pubertas, yaitu kematangan alat-alat reproduksi seksual yang diikuti dengan perubahan fisik dan psikis seseorang.

Secara umum ada dua bentuk perubahan yang terjadi pada masa remaja, yaitu        perubahan fisik dan Psikologis :

1.     Perubahan Fisik
Perubahan fisik ini sangat terlihat dari perubahan biologisnya. Pada masa remaja awal seorang remaja putri memiliki sistem reproduksi yang sudah aktif, yang di awali dengan mensturasi.  Jenis hormon estrogen dan progesteron pada seorang remaja putri semakin meningkat aktivitasnya. Sehingga terjadi perubahan pada payudara, kulit menjadi lebih halus, pinggul yang melebar dan sebagainya. Sedangkan fase remaja untuk anak lelaki/ putra diawali dengan mimpi basah. Jenis hormon testosteron pada remaja putra menjadi lebih aktif, sehingga terjadi perubahan suara, otot, tumbuhnya kumis dan sebagainya.

2.     Perubahan Psikologis
Masa remaja merupakan suatu masa yang penuh dengan beberapa gejolak kejadian. Kondisi ini dapat disebabkan meluasnya jangkauan dan wawasan  pergaulan sosial remaja yang menuntut penyusaian diri dengan perubahan fisik yang sangat cepat, sehingga membuat remaja mengalami beban mental, terjadinya perubahan kadar emosi atau perasaan seperti begitu cepat marah, puas, gembira, atau sedih.
Dalam fase ini, suasana hati sangat drastis mengalami perubahan. Sebagaimana dikemukakan Mihalki Csikszentmihalyi  dan Reed Larson (1984) bahwa remaja hanya memerlukan waktu 45 menit saja untuk berubah dari suasana hatinya, seperti  perasaan “senang luar biasa” menjadi “sedih luar biasa”. Sedangkan pada orang dewasa memerlukan waktu beberapa jam. Terjadinya mood swing (perubahan suasana hati) yang drastis seperti ini pada remaja lebih banyak disebabkan oleh beban pekerjaan rumah, tugas sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Namun mood swing ini bukanlah suatu gejala atau masalah psikologis.

B.    Perilaku Remaja
Berbagai karakteristik perilaku dan  masa remaja, terbagi ke dalam dua kelompok   yaitu masa remaja awal (usia 11-13 s.d. 14-15 tahun) dan masa remaja akhir (usia 14-16 s.d. 18-20 tahun) yang meliputi aspek : fisik, psikomotor, bahasa, kognitif, sosial,   moralitas, keagamaan,  konatif, emosi afektif dan kepribadian.

1.     Fisik
Pada fase remaja awal, laju perkembangan fisiknya secara umum berlangsung sangat pesat, proporsi ukuran tinggi dan berat badan seringkali kurang seimbang, dan munculnya ciri-ciri sekunder (tumbul bulu pada pubic region, otot mengembang pada bagian-bagian tertentu), disertai mulai aktifnya sekresi kelenjar jenis kelamin (menstruasi pada wanita dan day dreaming pada laki-laki.
Sedangkan pada fase remaja akhir, laju perkembangan secara umum kembali menurun, sangat lambat, proporsi ukuran tinggi dan berat badan lebih seimbang mendekati kekuatan orang dewasa, dan siap berfungsinya organ-organ reproduktif seperti pada orang dewasa.