Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Ibu Tidak Punya Duit Nak ...!



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kalimat ini begitu sering terdengar oleh telinga kita, saat kita masih kecil dan sering merengek untuk dibelikan sesuatu oleh ibu.

Mungkin juga kita yang kini sudah me
njadi orangtua sering menuturkannya, saat anak mengiba dengan wajah memelas dan tiada daya bagi kita untuk meluluskan keinginannya karena memang benar kita tidak punya duit.

Sebagai orangtua tentu kita ingin memberi. Memberi apa saja yang anak inginkan, apalagi bila kita tahu bahwa apa yang diinginkan adalah hal bermanfaat untuknya.

Kalimat itulah yang diucapkan oleh Kasinem, seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, kepada anaknya yang memilih kuliah di Universitas Indonesia, Depok.

Dalam keterbatasan penghasilan yang ia dapatkan, sebagai seorang cleaning service di sebuah rumah sakit Jakarta, ditambah hidup tanpa suami, itu semua tidak membuat Kasinem menjadi patah arang. Ia begitu yakin bahwa Allah SWT menjamin kehidupan setiap hamba-Nya.

Buktinya kini ia masih dikaruniai seorang anak bernama Bagas yang cerdas dan lulus UMPTN pada dua universitas pilihannya. Yang pertama di STAN dan kedua pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Tentu Kasinem amat bersyukur mendengar kabar anaknya lulus ujian. Sebab keterbatasan penghasilan, ia membujuk Bagas agar mengambil kuliah di STAN, yang bebas biaya. Namun, Bagas malah tertarik pada bidang teknik, yang memang digemarinya. Maka, di malam itulah Kasinem dan putranya berdiskusi untuk menentukan pilihan.

"Kamu pilih kuliah di STAN saja ya Nak..." terdengar suara Kasinem membujuk. "Kuliah di sana gak pakai bayar, kamu kan tahu penghasilan ibu. Untuk kamu sekolah di SMU saja ibu sudah ngos-ngosan, apalagi kalau harus bayar uang kuliahmu..." kalimat demi kalimat meluncur dari mulut Kasinem seraya berharap putranya mau menuruti nasehat."

Tapi aku tidak suka akunting, Bu! Aku lebih suka bidang teknik. STAN itu aku pilih sebab ibu menyuruhku memilihnya." jawab Bagas.

"Tapi Ibu tidak punya duit untuk membayarnya. Darimana kita bisa dapat uang kuliahmu?" sergah Kasinem sekali lagi.

"Kalau memang Ibu tidak sanggup, Bagas sudah besar. Bagas sanggup cari kerja untuk membiayai kuliah...!" ego anak beranjak dewasa muncul dari mulut Bagas. Ada keseriusan terpancar dari mimik wajahnya.

Hal ini tidak membuat Kasinem tersinggung, malah dalam hati ia akan memperkuat jalinan karang muda yang kini mulai berani menantang gelombang hidup. "Aku akan membantumu Nak, sekuat tenagaku!" batin Kasinem.

27 juta rupiah dana yang harus disiapkan untuk masuk fakultas teknik UI Depok. Jumlah yang terbilang besar bagi mereka itu harus terkumpul dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Segala ikhtiar lahir & batin telah mereka tempuh. Di malam hari, Tahajjud dan Munajat kepada Allah Dzat Yang Maha Mendengar, rutin mereka kerjakan. Semakin dekat hari pendaftaran kuliah dan pembayaran uang pangkal, hati mereka semakin berdebar. Membuat mereka semakin giat bermunajat.

“Dialah Allah SWT yang mampu mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya....” Kasinem amat mengerti itu! Lagipula ia sudah tidak punya lagi tempat bersandar. Ia pulangkan semua kegelisahan itu kepada Sang Khalik.

Tak satupun malam yang ia lewatkan tanpa berdiri, rukuk, sujud dan mengadu kepada Tuhannya. Tak lupa ia selalu membangunkan Bagas anaknya untuk salat malam bersama.
Sungguh, doa pada sepertiga malam terakhir tidak akan tertolak.
Inilah do'a yang kerap mereka baca kepada Allah SWT di malam hari:

Yaa Hayyu Yaa Qayyum birahmatika nastaghits ... Aslih sya'nana kullahu wa la takilna ila anfusina tharfata ainin.

"Wahai Dzat Yang Maha Hidup & Berdiri, dengan rahmat-Mu kami memohon pertolongan... Perbaikilah segala kondisi hidup kami. Jangan Engkau biarkan kami hanya bersandar pada diri sendiri meski hanya sekejap mata."

Hari pembayaran uang pangkal semakin dekat. Kebimbangan di hati mereka semakin menjadi. Hingga akhirnya datanglah seorang tetangga yang membutuhkan pertolongan Kasinem untuk mengerjakan sesuatu di rumahnya.

Saat Kasinem membantunya di rumah tetangga tersebut, maka sampailah pembicaraan mereka berdua tentang kelanjutan sekolah Bagas.

Sabtu, 24 November 2012

Sanggahan untuk Sang Professor Atheis

Beberapa tahun yang lalu, pada sebuah pengajian, masih segar dalam ingatan saya diceritakan mengenai Perjalanan Baginda Rasul, Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.

Peristiwa ini sungguh luar biasa dan diperlukan iman yg kuat utk meyakini dan mempercayainya.

Namun percaya dgn Iman mungkin sdh cukup utk konsumsi kita sendiri, tapi kalau sdh dihadapkan 
pada sanggahan orang lain yg berseberangan dgn kita, maka iman saja belum cukup tapi kita juga harus mampu berpikir cerdas dan logis, supaya iman yg kita percayai tsb bukan sesuatu yg tdk bisa diterima dengan Logika.

Ulama besar, sekaligus Pahlawan kita Bpk. H. Agus Salim sdh bisa membuktikan hal tsb. Bahwa Iman dan Islam adalah agama Rahmat, berkah buat seluruh alam dan sangat bisa diterima oleh Logika, sejak dulu pertama diturunkan, saat ini dan sampai hari Kiamat Nanti.

Ceritanya, ketika Beliau sedang mengikuti sebuah pertemuan, disebelahnya duduk seorang Professor yang Atheis (tdk ber-Tuhan) dan dia hanya men" Tuhan" kan Logika.

Terjadilah percakapan diantara keduanya.

Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya


Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur da
n bermalas-malasan.

Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.

WAKTU TIDUR YANG PALING BERMANFAAT yaitu :

[1] Tidur ketika sangat butuh,

[2] Tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,

[3] Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

KISAH BOCAH AMERIKA MENEMUKAN ISLAM DALAM BUKU



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... ALEXANDER PERTZ dilahirkan dari kedua orang tua Kristen pada tahun 1990. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh da
ri pengaruh keluarga atau masyarakat.

Begitu dia bisa membaca dan menulis, maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca buku-buku secara mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar azan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslim pun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Muhammad Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah SAW yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja?

Bocah itu diam sesaat, kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentang Islam, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku pada Islam.”

Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apa cita-citamu?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku ingin haji ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhammad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata: ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari

. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Aku sudah menabung dengan mengumpulkan sisa dari uang sakuku agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah. Aku mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Rabu, 24 Oktober 2012

Ayah Mencuri Harta Anaknya


Di Riwayatkan seorang anak datang kepada Rasul Saw mengadu hartanya ada yang diambil oleh ayahnya. “Ayahku mencuri hartaku wahai Rasul?” Rasul Saw bertanya “ayahmu mencuri hartamu?”, si anak menjawab “betul ya Rasulullah”. Rasul Saw berkata
 “panggil ayahmu”, ayahnya dipanggil dan ditanya oleh Rasul Saw, ayahnya ini sudah lanjut usia “engkau mencuri sebagian harta anakmu?” maka ayahnya menjawab “ya Rasulullah boleh aku menyampaikan sedikit syair”, “silahkan” kata Rasul Saw.

Maka orangtua itu menyampaikan sebuah syair yang cukup panjang, kira – kira ringkasnya begini, ketika istriku hamil dan saat itu hamil telah lanjut dan disaat itu malam hari aku berlari mencari seseorang yang bisa membantu kelahiran dan disaat itu hari hujan yang demikian derasnya, aku tidak perdulikan tetesan air hujan yang membasahi tubuhku demi mencari sang bidan yang membantu melahirkan ketika sampai pada bidan itu aku mengetuk pintunya. Seandainya ia tidak mau keluar kecuali aku harus duduk di pintunya berhari – hari, aku akan duduk dipintunya. Bidan itu keluar dan aku mengemis padanya agar ia mau membantu kelahiran istriku. 

Maka aku memayunginya, memayungi sang bidan itu dan aku tak mau satu tetes pun air hujan mengenai tubuhnya, kubiarkan tubuhku penuh dengan air jangan sampai bidan terkena tetesan air hujan, karena aku takut ia berbalik tidak mau meneruskan niatnya. Sampailah aku kerumah dan kudengar istriku masih merintih dan penuh harap – harap cemas dengan doa akan kelahirannya dan saat itu kudengar jerit sang bayi, aku memeluknya dan mengadzankannya.

Inilah anugerah yang terindah, inilah makhluk yang paling aku cintai, aku mengumandangkan adzan pada telinga bayiku dan kubimbing ia mulai dari kecil sampai kujadikan kesembuhannya adalah tumbal nyawaku. Diamnya dari tangis adalah anugerah yang terbaik untukku, kusisakan hari – hariku untuk memperjuangkannya dan kukorbankan tidurku untuk ketenangan tidurnya. Dan ketika ia telah lanjut dan anaknya besar dan dewasa dan dialah kebanggaanku tapi dia mengatakan aku mengambil hartanya. Maka saat itu Rasul Saw menangis, “wahai anak hartamu itu adalah milik ayahmu” maka anaknya pun tertunduk.

KISAH CINTA SEORANG ANAK KECIL TERHADAP RASULULLAH SAW


Pada zaman Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul Rahman bin Ali bin Muhammad  Al-Syaibani al-Yamani al-Zabidi Al-Syafie

(Pengarang Maulid diba'i)

di kala
waktu siang Al-Imam ingin berziarah ke makam Rasulullah
shallallahu’alaihi
wa sallam dari
kota Yaman
ke kota Madinah
bersama para sahabat dan
jama’ah nya.

Ada seorang anak kecil yang ingin sekali melihat makam Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam.
Al-Imam
menanyakan kepada salah satu
sahabatnya :

Ini anak siapa ?

Apa
yang ia lakukan ?

Salah satu sahabatnya mengatakan :

Ia ingin ikut
perjalanan kita ya Imam,

Lalu Al-Imam itu menjawab :

Tidak
boleh..!!

karena perjalanan ini
sangat jauh…
dari kota Yaman
sampai Madinah menempuh jarak 4 hari sampai 1 minggu.

Perjalanan itu pun naik kuda,

Lalu anak kecil itu pergi karena
tidak diizinkan oleh
Al-Imam Al-
Hafiz Wajihuddin.

Akan tetapi
waktu dalam perjalanan menuju
kota Madinah itu,
anak itu diam-
diam ikut dan bersembunyi di bawah kereta kuda sang imam
tersebut.

Dalam perjalanan,
ia tidak makan
dan minum selama 1 minggu
perjalanan karena dia begitu
mencitai Rasulullah

dan sangat
ingin sekali melihat makam
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam.

Dan setelah satu minggu,

rombongan tersebut sampai di
kota Madinah.

Tiba-tiba ada
seorang sahabat yang berteriak:

Ya Allah… ini anak kecil yang kemarin di larang olehku untuk
ikut bersama kita,

tetapi ia pun
ikut bersama kita. Aku tidak
melihat anak kecil ini selama
perjalanan.”

Kemudian anak kecil itu pun
langsung berlari,

lalu mengambil
debu dan menyirami debu ke
wajahnya sampai tidak bisa
bernafas dan meninggal di kota
Madinah.

Ia belum sempat berziarah ke
makam sayyidina Muhammad
shallallahu’alaihi wa sallam karena
sangat gembira hatinya sudah
sampai di Kota Sang Nabi.

Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin- pun
menangis melihat anak kecil ini
yang begitu mencintai Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam.

Kemudian di sepakati oleh
rombongan dan Imam untuk
menguburkan anak itu di kota
Madinah.

Lalu beberapa hari Al-
Imam berada di kota Madinah dan
sempat menziarahi makam anak kecil tersebut.

Subhanallah.!!
Ia melihat makam
anak kecil tersebut bergeser
mendekati makam sayyidina
Muhammad sallallahu’alayhi wa
sallam.

Sampai sekarang pun makam tersebut
masih ADA dan makam tersebut
ada di seberang Masjid Nabawi.

Al-Imam Al-Hafiz Wajihuddin Abdul
Rahman bin Ali bin Muhammad Al-
Syaibani
al-Yamani Al-Zabidi
al-
Syafie-

menangis di dalam
rumahnya.

Beliau berkata :

Aku ini adalah seorang Imam, tapi aku malu melihat kecintaan
seorang anak yang begitu
mencintai Rasulullah
shallallahu’alaihi
wa sallam’.

Dan
sang Imam pun menulis riwayat
perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya..

==


Hati Hatilah Terhadap Gerakan Anti Yasin


Berhati-hatilah dan jauhi sejauh-jauhnya, yaitu kelompok-kelompok yang mana membuat gerakan yang bernamakan ''GERAKAN ANTI YASIN''.

Jauhi karena sesungguhnya Yahudi itu ingin membuat hancur islam, ingin membuat muslim menjauhi Alquran (walaupun berselogan 'kembali kpd quran dn sunnah') fahami betul apalah arti sebuah selogan bila HATI itu membenci YASIN , MAULID, DLSB Yang mana Guru-guru kita ya
ng sanadnya bersambung kpd SAYYIDINA MUHAMMAD SAW pun memuliakan 

Hal-hal yang di haramkan para penganut aqidah bleudreg.

Semoga dengan berkah sholawat kepada Sayyidina Muhammad saw, Allah berikan hidayah kepada muslim yang membuat gerakan ''Anti Yasinan'' , dan bila Allah sudah tidak sudi lagi memberikan hidayah kepada mereka...
Wahai Allah kami mohon kepada-Mu atas kelemahan kami, hancur leburkanlah dan perpecah belahkanlah MUSUH-MUSUH ISLAM .. agar janji kekasih-Mu Sayyidina Muhammad Saw segera terbit yaitu munculnya kemakmuran ditimur dan barat , sehingga tiada lagi orang yang mau menerima sedekah, dan orang-orangpun bingung ingin memberikan sedekah kpd siapa lagi. Wahai Yang Maha Agung , Yang Maha memberikan kpd hamba-hambanya yang tidak meminta, dan Maha memberikan lebih kepada hamba-hambanya yang meminta.. Aminn aminn aminn aminn aminn aminn aminn aminn (Amiin kan wahai saudara/i ku, sungguh Allah tdk akan menolakmu, dan tidak akan menghinakanmu)

Ketentuan Allah




Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabrakatuh...

Sabda Rasulullah SAW : “Jika anjing minum dari bejana kalian maka hendaknya ia membasuhnya tujuh kali” (Shahih Bukhari)

Hadits di atas menjelaskan bahwa jika suatu bejana atau wadah air diminum atau dijilat oleh anjing maka hendaklah dicuci sebanyak 7 kali. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menukil sebuah riwayat di dalam Shahih Muslim bahwa basuhan ter
sebut sebanyak 7 kali dan basuhan yang pertama dengan tanah, sedangkan dalam riwayat lain basuhan yang terakhir dengan menggunakan tanah, adapun dalam riwayat lain disebutkan bahwa yang ke delapan dengan tanah. 

Namun Al Imam An Nawawi berkata dalam kitab Syarh An Nawawiyah ‘ala Shahih Muslim menyatukan beberapa riwayat yang ada, bahwa basuhan tersebut sebanyak tujuh kali dengan air dan satu kali dibasuh dengan air yang dicampur dengan tanah, demikian yang terdapat dalam madzhab Syafii. 

Al Imam Ibn Hajar berkata bahwa di dalam madzhab Imam Maliki dalam masalah ini terdapat 4 pendapat yang berbeda, diantara mereka ada yang mengatakan bahwa anjing najis dan diantara mereka mengatakan bahwa anjing tidaklah najis akan tetapi air liurnya najis. 

Sedangkan di dalam madzhab Hanafi sebagian besar pendapat mengatakan bahwa anjing tidaklah najis. 

Akan tetapi menurut hadits diatas menunjukkan bahwa sesuatu yang terkena anjing harus dibasuh sebanyak 7 kali karena telah terkena najis (anjing). Maka Al Imam An Nawawi berkata bahwa madzhab Syafii adalah satu-satunya madzhab yang berhati-hati dalam hal ini sehingga mengatakan bahwa anjing adalah najis. Namun semua Imam 4 madzhab mempunyai dalil dan rujukan hadits dan sanad yang jelas atas hukum-hukum yang mereka ambil. 

Meskipun anjing adalah hewan yang najis namun bukan berarti bahwa anjing tersebut hewan yang jahat, sebagaimana disebutkan di dalam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbolehkan melatih anjing untuk berburu dan hewan buruan itu halal untuk dimakan, kecuali anjing yang tidak terdidik dalam hal berburu hingga anjing tersebut menggigit atau memakan hewan buruan tersebut, maka hewan buruan tersebut menjadi najis. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membenci anjing dikarenakan hewan yang najis. Bahkan anjing juga dipuji oleh Allah subhanahu wata’ala karena memiliki sifat setia, sebagaimana dalam kisah Ashabul Kahfi, sebagai firman Allah subhanahu wata’ala : “Dan anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua”. ( QS. Al Kahf : 18 )

Selama berada di gua itu anjing tersebut tiada bergerak untuk mencari makan atau minum sebab menjaga majikannya hingga anjing tersebut mati di tempat itu, karena Ashabul Kahfi ditidurkan oleh Allah subhanahu wata’ala selama 360 tahun. Dalam ayat lain Allah subhanahu juga menyebutnya, “ Orang-orang ada yang mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang, yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: (jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan akan sesuatu yang gaib; dan (yang lain) mengatakan: (jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. ( QS. Al Kahfi : 22 )

Mengapa Allah subhanahu wata’ala mengulang-ulang menyebut anjing dalam satu ayat hingga 3 kali?!. Kita ketahui bahwa Ashabul Kahfi bukanlah para nabi dan rasul, dan kisah ini telah terjadi ribuan tahun sebelum zaman kita, akan tetapi Allah subhanahu wata’ala menyebutkannya di dalam Al qur’an, untuk menunjukkan rahasia ma’iyyah (ikatan/kebersamaan) dengan orang-orang shalih, walau seekor hewan sekalipun jika ia mencintai orang shalih maka ia dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, terlebih lagi jika ikatan itu ada antara seorang dengan pemimpin para shalihin, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Semua makhluk menerima semua ketentuan Allah subhanahu wata’ala, kecuali 4 makhluk yaitu malaikat, manusia, jin, dan syaitan. Dimana 4 makhluk tersebut telah diberi ilmu pengetahuan oleh Allah subhanahu wata’ala, berbeda dengan hewan seperti anjing yang diberi pengetahuan sebagaimana 4 makhluk tersebut. 

Namun malaikat tidaklah menolak ketentuan Allah akan tetapi mereka hanya bertanya, sebagaimana ketika Allah akan menciptakan nabi Adam kemudian menjadikannya khalifah di bumi, dan sebagian malaikat telah diberi pengetahuan oleh Allah bahwa manusia akan menyebabkan kerusakan di muka bumi, maka para malaikat bertanya kepada Allah subhanahu, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala: “Mereka berkata: "Apakah Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui". (QS.Al Baqarah : 30 )

Maka malaikat pun terdiam mendengar jawaban dari Allah, dan mereka bersujud kepada nabi Adam sebagaimana perintah Allah kepada mereka. Namun makhluk yang lain yang dahulunya merupakan makhluk yang paling taat dan banyak beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala yaitu iblis, dia tidak mau bersujud kepada nabi Adam karena rasa sombong yang ada dalam diri iblis, ia menganggap dirinya yang diciptakan dari api lebih mulia dari nabi Adam yang diciptakan dari tanah. 

Allah subhanahu wata’ala ingin menunjukkan bahwa hamba Allah yang memiliki ilmu adalah yang paling mulia, yaitu nabi Adam As. Begitu juga makhluk yang bernama jin, diantara mereka ada yang shalih dan ada yang fasiq dan kafir, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala: “Dan sesungguhnya di antara kami terdapat yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya, kami menempuh jalan yang berbeda-beda”. ( QS. Al Jinn: 11 )

Dan begitu pula makhluk yang bernama manusia sangatlah sering dan banyak memprotes terhadap ketentuan-ketentuan Allah untuk mereka. Maka haruslah kita fahami rahasia tuntunan keluhuran nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan juga harus kita fahami bahwa rahasia kehidupan kita di dunia ini adalah untuk mencapai kebahagiaan yang kekal kelak di akhirat dalam kedamaian, kelembutan dan kasih sayang Allah subhanahu wata’ala. 


MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH S.W.T



Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut 

Jarrah cintaku kepada-Nya."

Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."


Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."

Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.

Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.


Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."


Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia. 
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.
Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :


1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Jumat, 28 September 2012

Tata Cara Puasa Senin Kamis


Puasa hari senin dan kamis adalah termasuk amalan sunnah yang di lakukan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. banyak keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalamnya seperti puasa-puasa sunnah yang lainnya. khususnya senin adalah hari dimana Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- di lahirkan dan di turunkan wahyu kepadanya. dan juga bahwa hari senin dan kamis adalah hari dimana amalan seorang hamba di angkat.

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Banyak dari kita menyangka bahwa puasa senin dan kamis harus di lakukan pada dua-duanya. sehingga ketika telah berpuasa senin dan tertinggal pada hari kamisnya, berpikiran bahwa puasanya tidak sah.

Cara puasa senin kamis adalah seperti puasa sunnah pada umumnya. dan yang perlu di ketahui adalah bahwa hari senin adalah amalan tersendiri, dan hari kamis adalah amalan tersendiri. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم

Artinya : "(pahala) Amalan di angkat pada hari senin dan kamis, maka aku menyukai jika ketika amalanku di angkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dan ketika di tanya tentang puasa senin dan kamis, Beliau juga bersabda khususnya pada hari senin :

ذاك يوم وُلدتُ فيه وأُنزلَ عليَّ فيه

Artinya : "Hari itu aku di lahirkan dan pada hari itu (pula) wahyu di turunkan kepadaku." (HR Muslim)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak mensyaratkan bahwa harus di lakukan pada senin dan kamis dan tidak boleh melewatkan salah satu hari tersebut. akan tetapi senin adalah amalan tersendiri dan kamis pun begitu, karena beliau mengatakan bahwa (pahala) amalan di angkat pada hari senin dan kamis.

Niat Puasa Senin dan Kamis

Adapun niat adalah niat hendak puasa senin atau kamis. dan niat di lakukan sebelum fajar hari senin atau kamis. dan pada puasa sunnah di perbolehkan niat pada tengah-tengah hari. di riwayatkan dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- berkata :

كان رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- إِذا دخل عليَّ قال : هل عندكم طعام؟ فإذا قلنا : لا ، قال : إني صائم

Artinya : "Ketika Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- masuk kepadaku dan bertanya : apakah engkau memiliki makanan? aku berkata : tidak, beliau berkata : berarti aku puasa." (HR Abu Daud)

Adapun tempatnya niat adalah di dalam hati, dan tidak ada lafadz niat puasa senin kamis yang di riwayatkan dari Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-. dan 
niat dalam ibadah pada umumnya adalah dalam hati.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Banyak sekali keutamaan yang terdapat dalam puasa senin dan kamis. berikut adalah beberapa keumataan yang terdapat pada puasa senin kamis, dan puasa sunnah lainnya.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إن في الجنة بابًا يقال له‏:‏ الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال‏:‏ أين الصائمون‏؟‏ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد‏‏

Artinya : "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya "Ar-Rayyan," yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi." (HR Bukhori dan Muslim)

عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صيام الاثنين والخميس

Artinya : "Dari 'Aisyah -radhiallahu 'anha- : bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- sering melakukan puasa senin dan kamis." (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan puasa senin kamis secara khusus dan puasa-puasa sunnah lainnya secara umum.